"Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan" - Imam Syafi'i ___ "Setiap orang adalah guru, dan setiap rumah adalah sekolah" - Ki Hadjar Dewantara ___ "Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan" - Mario Teguh____ "Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan, tapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan" – Ali bin Abi Thalib

Label

Berbagi (52) Info (49) Belajar (34) Sosialisasi (33) Media Cetak (18) Pena (14) Motivasi (13) Vlog (9) Kemitraan (7) RPP (4)

Sabtu, 12 Desember 2020

RPP Luring Satu Lembar Kelas 4 Semester Genap

 

Kompetensi Inti 3

Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.

Kompentensi Inti 4

Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/rpp-tve-sumber-energi-kelas-4-genap/

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/rpp-tve-kelas-4-genap-perubahan-energi/

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/rpp-tve-kelas-4-genap-sumber-energi-alternatif/

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/rpp-tve-kelas-4-genap-sifat-bunyi/

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/rpp-tve-kelas-4-genap-sifat-cahaya/

https://guruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/rpp-tve-kelas-4-kd-3-8-lingkungan/

Rabu, 09 Desember 2020

Sejarah Televisi Edukasi

 

Televisi yang merupakan media audio visual menjadi sarana penyampaian informasi yang efektif, karena kemampuan dalam penyampaian pesannya secara langsung dan cepat, serta bisa menyampaikan informasi dalam bentuk suara dan gambar. Televisi lebih banyak dipilih oleh khalayak sebagai sumber informasi karena keanekaragaman informasi yang disajikan seperti berita, hiburan, seni serta berbagai macam informasi lainnya.

TPI atau Televisi Pendidikan Indonesia pada awalnya dirancang menjadi stasiun televisi pendidikan dengan tayangan program-program pendidikan, untuk itu TPI bekerjasama dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dalam hal ini Pustekkom (Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi) untuk memproduksi program-program pendidikan. Namun sebagai sebuah stasiun televisi swasta yang harus membiayai program acaranya sendiri, akhirnya sejak tahun 1995, tayangannya secara perlahan tapi pasti tayangannya menjadi tayangan program acara televisi yang bersifat komersial seperti film India, Acara dangdut dan berbagai program acara yang dianggap bisa menghasilkan iklan.

Setelah menghilangnya program acara pendidikan di TPI, pemerintah dalam hal ini Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pada tahun 2004 meresmikan Televisi Edukasi, sebuah stasiun televisi yang khusus menayangkan program acara pendidikan (Kuswita, 2014:1).

Sejak tahun 2004 Departemen Pendidikan Nasional melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom) telah menyelenggarakan siaran Televisi Pendidikan melalui Televisi Edukasi. Televisi Edukasi memiliki visi “Menjadi siaran televisi pendidikan yang santun dan mencerdaskan”. Sedangkan misi Televisi Edukasi yaitu: (1) mencerdaskan masyarakat, (2) menjadi tauladan masyarakat, (3) menyebarluaskan informasi dan kebijakan kemdikbud, serta (4) mendorong masyarakat gemar belajar.

Program pada Televisi Edukasi antara lain meliputi: (1) pendidikan formal baik dari PAUD sampai perguruan tinggi, (2) pendidikan informal (agama, budaya, kesehatan, pendidikan karakter/budi pekerti, pertanian, peternakan, keterampilan, otomotif, dan lain-lain), (3) pendidikan non formal (program paket A, paket B, paket C, dan lain-lain), (4) informasi kebijakan kementerian pendidikan dan kebudayaan/ news, e-magazine, (5) program pendukung ujian nasional (siaran pendidikan interaktif untuk SD, SMP, SMA, dan sederajat), serta (6) program sertifikasi guru. Diantara program-program tersebut yang menjadi program unggulan siaran Televisi Edukasi yaitu:( 1) siaran pendidikan interaktif, (2) budaya, (3) kuis Kihajar, dan (4) ACI. Siaran pendidikan interaktif diluncurkan pertama kali pada tahun 2007. Program ini dirancang khusus untuk membantu siswa menghadapi ujian nasional dan ujian akhir semester.

Program budaya dibuat untuk mengangkat dan memperkenalkan budaya-budaya lokal yang ada agar dikenal luas oleh masyarakat. Sementara itu program Kuis Kihajar merupakan program yang diselenggarakan setiap tahun dalam rangka mensosialisasikan Televisi Edukasi kepada para siswa dengan cara mengajak siswa belajar sambil mengikuti kuis.

Program Televisi Edukasi dalam bentuk drama dapat dilihat pada serial drama ACI (Aku Cinta Indonesia). Program ini sangat terkenal pada era tahun 1980-an dan telah didigitalkan sehingga dapat ditonton kembali di Televisi Edukasi. Untuk menonton (mengakses) siaran TV Edukasi ini antara lain dapat melalui: (1). Satelit atau antenna parabola dengan frekuensi 3787 MHz untuk saluran 1 dan frekuensi 3805 MHz untuk saluran 2; (2). Streaming dengan alamat http://tve.kemdikbud.go.id; (3). Siaran TV internet berlangganan dengan alamat http://useetv.com; (4) . Siaran relay TVRI; (5). TVRI digital Jakarta; (6). Jaringan TV lokal di Indonesia.

Beberapa upaya Pustekkom untuk mensosialisasikan TV Edukasi selain dalam bentuk kuis seperti telah disebutkan sebelumnya yaitu melalui kegiatan pameran baik tingkat lokal maupun nasional. Selain kegiatan pameran, juga diadakan kegiatan sosialisasi dan fasilitasi pemanfaatan Televisi Edukasi (Kurniawati, 2013:309).




Sumber:

Kurniawati, Ika . 2013. Evaluasi Sistem TV Edukasi. Jurnal Teknodik Vol. 17 - Nomor 3, September 2013

Kuswita, Herry , 2014. Strategi Penyajian Program Pendidikan di Televisi Edukasi . Jurnal Komunikologi Volume 11 Nomor 1, Maret 2014  


Aplikasi Televisi Edukasi



Tampilan Televisi Edukasi 
setelah unduh di Play Store

Yang tampak adalah siaran yang sedang berlangsung

Bila di klik Jadwal Siaran akan muncul ini


Bila di klik Video Edukasi akan muncul ini


Bila di klik Siaran Langsung akan muncul ini


Bila diklik Suara Edukasi akan muncul ini

Bila di klim Prodcast muncul ini


Bila di klik Edukasi News akan muncul ini


Aplikasi ini bisa diunduh di 

 

Tanggal Lahir Televisi Edukasi

 

Hari spesial bagi media pendidikan yang memiliki jargon Santun dan Mencerdaskan adalah 12 Oktober 2004 atau 16 tahun yang lalu Televisi Edukasi secara resmi diluncurkan oleh Mendiknas (alm) Prof. Drs. H. A. Malik Fadjar, M.Sc.. Kini di usia yang masih belia Televisi Edukasi terus berupaya berkembang untuk mewujudkan semangat Merdeka Belajar.


Foto kenangan peluncuran Tv Edukasi, 16 tahun silam

Sumber Gambar: https://pusdatin.kemdikbud.go.id/

 

Televisi Edukasi hadir sebagai komitmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk mewujudkan pendidikan untuk semua, sehingga mengurangi kesenjangan dalam mengakses media pembelajaran yang santun dan mencerdaskan dan mendukung kebijakan merdeka belajar bagi masyarakat pendidikan di Indonesia.

“Seiring berkembangya teknologi dan tantangan yang ada, Televisi Edukasi terus meningkatkan kemampuan baik dari aspek infrastruktur dan Sumber Daya Manusia. Komitmen ini dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan video pembelajaran bagi siswa dan guru di seluruh Indonesia,” ujar Plt. Kapusdatin Kemdikbud M. Hasan Chabibie pada acara dialog khusus 16 Tahun Televisi Edukasi Kemendikbud.

Acara yang di moderatori Amar Nugraha, PTP Pusdatin Kemendikbud juga menghadirkan Bapak Syaiful Huda, Ketua Komisi X DPR RI dan Raden Roro Martiningsih, Guru SMP Muhammadiyah 1 Surabaya yang juga Duta Rumah Belajar tahun 2017. Dalam dialog para narasumber menyampaikan pendapat agar semangat “Merdeka Belajarnya, Televisi Edukasi Medianya” dapat terwujud.

Syaiful Huda, Komisi X DPR RI berpendapat kehadiran Televisi Edukasi adalah suatu kebutuhan bagi masyarakat. Untuk itu DPR RI akan mendukung peningkatan akses siaran, kualitas siaran dan pemanfaatan Televisi Edukasi bagi siswa, guru dan masyarakat di seluruh Indonesia.

Sementara menurut Raden Roro Martiningsih, salah satu guru yang memanfaatkan siaran Televisi Edukasi menyatakan bahwa dirinya memiliki pengalaman baru yang menarik dan informatif dalam memanfaatkan Televisi Edukasi pada siswa di sekolahnya. Karena itulah ia akhirnya mengajak seluruh guru di sekolahnya untuk memanfaatkan konten dan siaran Televisi Edukasi sejak tahun 2006 lalu.


Narasumber Dialog Khusus 16 Tahun Tv Edukasi

Sumber Gambar: https://pusdatin.kemdikbud.go.id/

 

Pada kesempatan lain M. Hasan Habibie, menambahkan dengan adanya kebijakan Kemdikbud salah satunya bantuan kuota data internet serta kemudahan akses belajar diharapkan dapat membuat pelajar Indonesia memiliki kebebasan memilih sumber belajar salah satunya Televisi Edukasi hal ini senada dengan kebijakan Merdeka Belajar Kemendikbud.

Merdeka Belajar memiliki tujuan untuk siswa agar dapat belajar mandiri, berinovasi, melatih berfikir kritis, kreatif, kebhinekaan global dan berakhlak mulia sebagai cerminan PELAJAR PANCASILA.  Hal ini juga menjadi tantangan bagi Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud untuk menyajikan nilai-nilai Merdeka Belajar melalui siaran Televisi Edukasi agar menjadi media pilihan dalam pembelajaran di Indonesia.

Untuk kembali menyaksikan siaran ini yang digelar pada Senin (12/10) pkl. 12.00 WIB ini dapat disaksikan di siaran Televisi Edukasi yang disiarkan melalui kanal YouTube Televisi Edukasi: https://youtu.be/vvPiI2CCU5o

 

Sumber:

https://pusdatin.kemdikbud.go.id/gemilang-16-tahun-televisi-edukasi-usung-semangat-merdeka-belajarnya-tv-edukasi-medianya/


Minggu, 06 Desember 2020

ANUGERAH KIHAJAR 2020

 

Sambutan Mendikbud Nadiem Anwar Makariem pada ANUGERAH KIHAJAR 2020, yang diselenggarakan pada hari Jumat 04 Desember 2020.

 

Saya berharap Bapak dan Ibu Duta Rumah Belajar menjadi role model bagi pendidik lain untuk dapat menghadirkan inovasi dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

Kami di Kemendikbud akan terus mendukung semangat inisiatif dan inovasi Duta Rumah Belajar dalam memajukan pendidikan nasional.

Selamat kepada anak-anakku kepada para Generasi KIHAJAR yang terpilih malam ini.

Ditangan kalian tongkat estafet kepemimpinan bangsa akan diserahakan. Jangan puas  dengan prestasi yang ada terus asah yang berpikir kritis, kreatif mandiri dan bergotong royong serta berkolaborasi. Selalu ingat banyak tanya, banyak coba, banyak karya dan berfikir kritis.

 

GEN KIHAJAR, Generasinya

DUTA RUMAH BELAJAR, Gurunya

BAHAN AJAR TIK, Medianya

MERDEKA BELAJARnya

 

#Anugerahkihajar2020 #tvedukasi #rumahbelajar #suaraedukasi #pusdatinkemdikbud #merdekabelajar #kemdikbudRI