Senin, 23 Januari 2023
Selasa, 27 September 2022
Senin, 12 September 2022
Sabtu, 20 November 2021
Sabtu, 27 Maret 2021
Rabu, 27 Januari 2021
Pentingnya ISBN
Info
ISBN
https://isbn.perpusnas.go.id/Home/InfoIsbn#info7
Informasi
umum tentang Isbn
1.
Pengertian ISBN?
ISBN
(International Standard Book Number) adalah kode pengidentifikasian buku yang
bersifat unik. Informasi tentang judul, penerbit, dan kelompok penerbit
tercakup dalam ISBN. ISBN terdiri dari deretan angka 13 digit, sebagai pemberi
identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit. Oleh
karena itu satu nomor ISBN untuk satu buku akan berbeda dengan nomor ISBN untuk
buku yang lain.
ISBN
diberikan oleh Badan Internasional ISBN yan berkedudukan di London. Di
Indonesia, Perpustakaan Nasional RI merupakan Badan Nasional ISBN yang berhak
memberikan ISBN kepada penerbit yang berada di wilayah Indonesia. Perpustakaan
Naasional RI mempunyai fungsi memberikan informasi, bimbingan dan penerapan
pencantuman ISBN serta KDT (Katalog Dalam Terbitan). KDT merupakan deskripsi
bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data yang diberikan penerbit untuk
dicantumkan di halaman balik judul sebagai kelengkapan penerbit.
2.
Fungsi ISBN?
Memberikan
identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit
Membantu
memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan
dalam pemesanan buku
Sarana
promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan
Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang
berkedudukan di London
3.
Struktur ISBN?
Nomor
ISBN terdiri dari 13 digit dan dibubuhi huruf ISBN didepannya. Nomor tersebut
terdiri atas 5 (lima) bagian. Masing-masing bagian dicetak dengan dipisahkan
dengan tanda hyphen (-). Kelompok pembagian nomor ISBN ditentukan dengan
struktur sebagai berikut:
Contoh : ISBN 978-602-8519-93-9
Angka
pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978
Kode
kelompok (group identifier) = 602 (Default)
Kode
penerbit (publisher prefix) = 8519
Kode
Judul (title identifier) = 93
Angka
pemeriksa (check digit) = 9
4.
Terbitan yang dapat diberikan ISBN
Buku
tercetak (monografi) dan pamphlet
Terbitan
Braille
Buku
peta
Film,
video, dan transparansi yang bersifat edukatif
Audiobooks
pada kaset, CD, atau DVD
Terbitan
elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di
Internet)
Salinan
digital dari cetakan monograf
Terbitan
microform
Software
edukatif
Mixed-media
publications yang mengandung teks
5.
Terbitan yang tidak dapat diberikan ISBN
Terbitan
yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dsb.)
Iklan
Printed
music
Dokumen
pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik)
Kartu
ucapan
Rekaman
musik
Software
selain untuk edukasi termasuk game
Buletin
elektronik
Surat
elektronik
Permainan
6.
Pencantuman ISBN
ISBN
ditulis dengan huruf cetak yang jelas dan mudah dibaca. Singkatan ISBN ditulis
dengan huruf besar mendahului penulisan angka pengenal kelompok, pengenal
penerbit, pengenal judul dan angka pemeriksa. Penulisan antara setiap bagian
pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:
ISBN
978-602-8519-93-9
Untuk
terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:
Bagian
bawah pada sampul belakang (back cover)
Verso
(dibalik halaman judul) (halaman copyright)
Punggung
buku (spine) untuk buku tebal , bila keadaan memungkinkan
7.
Persyaratan permohonan ISBN, KDT dan barcode anggota baru
Permohonan
dapat dilakukan secara online atau manual dengan melengkapi persyaratan
Mengisi
formulir surat pernyataan disertai dengan stempel penerbit dengan menunjukkan
bukti legalitas penerbit atau lembaga yang bertanggung jawab (akta notaris)
Membuat
surat permohonan atas nama penerbit (berstempel) untuk buku yang akan
diterbitkan
Mengirimkan
atau melampirkan halaman judul, balik halaman judul, kata pengantar, dan daftar
isi.
8.
Persyaratan permohonan ISBN, KDT dan barcode anggota lama
Hanya
nomor 2 dan 3 saja yang perlu dikirimkan ke Tim ISBN & KDT
Senin, 25 Januari 2021
Sekapur Sirih Yang Membanggakan
Dra. Ohorella Erma, M.Ikom.
Salma Nabila, sosok anak melenia yang sangat intens dan inovasi dalam memberikan wacana belajar bersama rekan rekan guru dimanapun berada. Berbagai upaya dalam pelatihan pelatihan online mengenalkan rumah belajar, tv edukasi, suara edukasi dan Radio Edukasi dengan segala konten yang berada didalamnya.
Saya
patut mengacungkan jempol untuk segala upaya yang dilakukan. Yang lebih
membanggakan semua dia tuangkan dalam tulisan yang kelak menjadi rekam jejak
yang menarik sehingga kita semua yang belum sempat terlibat langsung dalam
proses penyebarluasan upaya upaya pengenalan berbagai platform dapat melihat
langsung dr rekam jejak literasi yang telah dilakukannya. Sukses untuk mu yang
tanpa lelah berjuang untuk peningkatan guru dalam mebawa anak anak negeri ini
menjadi maju, pintar, cerdas dan berkarakter.
Misi
Televisi Edukasi dalam usaha mewujudkan sumber belajar yang bermutu layak untuk
mendapatn dukungan penug dari stakeholder pendidikan. Pada lingkungan
pembelajaran, sumber belajar menjadi salah satu faktor yang dominan dalam
proses mempercepat internalisasi pengetahuan ke diri peserta didik. Dalam
teknologi pendidikan, pemecahan masalah belajar nampak dalam bentuk semua
sumber belajar yang didisain, dipilih atau di manfaatkan. Siaran televisi
pendidikan merupakan salah satu bentuk dari sumber belajar yang direncanakan
keberadaannya. Salah satu peran penting Televisi Edukasi, yang mendeklarasikan
diri sebagai televisi pendidikan, adalah sebagai sumber belajar bagi peserta
didik dan pendidik. Oleh karena itu, diperlukan pembuktian ilmiah terhadap
seberapa besar peranan Televisi Edukasi sebagai salah satu sumber belajar dalam
mendukung pembelajaran peserta didik sekaligus menjadi pilihan pendidik.
Wibowo Mukti,
S.Kom., M.Si.
Media massa dan komunikasi interpersonal adalah dua saluran komunikasi. Sementara saluran media massa termasuk media massa seperti TV, radio, atau koran, saluran antar pribadi terdiri dari komunikasi dua arah antara dua atau lebih individu.
Media
Massa memungkinkan sumber atau beberapa individu untuk mencapai audiens yang
banyak banyak dengan cepat. Saluran komunikasi berperan penting dalam
penyebaran sebuah inovasi, pertukaran informasi tersebut menentukan kondisi di
mana sumber akan atau tidak akan mengirimkan inovasi ke penerima. Informasi
konten pembelajaran yang kini hadir sangatlah beraneka ragam, untuk itu perlu
mempersiapkan siswa untuk bisa memanfaatkan demi tujuan pendidikan. Namun tak
hanya siswa, gurupun perlu mengembangkan model-model pembelajaran yang
memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Karena hak fundamental bagi
masyarakat Indonesia, adalah memperoleh hak mendapatkan pendidikan yang layak.
TV Edukasi dapat menjadi penyedia konten-konten pendidikan dengan sistem
distribusi multiplatform, karena didukung oleh infrastruktur jaringan/internet
yang baik dan dapat melakukan berbagai kerjasama dengan organisasi penyedia
konten pendidikan lainnya. TV Edukasi dapat menciptakan komunitas pendidikan
yang akan memanfaatkan konten pendidikan secara maksimal. Membuka ruang publik
baru yang menghasilkan ide-ide tetang kebutuhan konten pembelajaran. TV Edukasi
akan dimanfaatkan dengan mudah oleh peserta didik, guru dan tenaga pendidik
serta masyarakat apabila praktek baik pemanfaatan TV Edukasi dikomunikasikan
dengan baik, salah satunya melalui buku ini. Buku “Televisi Edukasi untuk
Pembelajaran Daring dan Luring” dapat berfungsi sebagai pendukung sistem
kegiatan pembelajaran di semua jenjang sekolah. Memberikan informasi layanan
collaborative learning, dimana inovasi dengan memanfaatkan TV Edukasi akan
dipandang sebagai penerapan solusi yang lebih baik dan memenuhi kebutuhan dalam
pembelajaran.
Arief
Darmawan, M.Pd.
Apresiasi untuk mbak Nabila yang telah berbagi pengalaman melalui buku Televisi Edukasi untuk pembelajaran daring dan luring. Tentunya buku ini akan sangat bermanfaat untuk bapak ibu guru yang akan memanfaatkan televisi edukasi
untuk membantu proses pembelajaran menjadi lebih mudah, menarik,
dan meningkatkan motivasi belajar siswa, baik untuk pembelajaran secara daring
maupun secara luring. Pemanfaatan televisi edukasi diharapkan akan membantu
meningkatkan kualitas pembelajaran dan pada akhirnya akan meningkatkan hasil
belajar siswa.
Salah
satu media massa yang mengalami perkembangan pesat saat ini adalah televisi.
Setidaknya, sejarah telah mencatat bahwa perkembangan televisi dari tempo dulu
hingga sekarang terus menunjukkan perkembangannya yang dinamis. Televisi telah
mampu merepresentasikan dirinya sebagai ruang publik yang utama dan turut
menentukan dinamika sosial, politik, ekonomi, dan budaya.
Televisi
yang merupakan media audio visual menjadi sarana penyampaian informasi yang
efektif, karena kemampuan dalam penyampaian pesannya secara langsung dan cepat,
serta bisa menyampaikan informasi dalam bentuk suara dan gambar. Televisi lebih
banyak dipilih oleh khalayak sebagai sumber informasi karena keanekaragaman
informasi yang disajikan seperti berita, hiburan, seni serta berbagai macam
informasi lainnya.
Hampir
semua stasiun televisi selalu mengedepankan sisi hiburan yang melupakan sisi
edukatif dalam memberikan tayangan bagi masyarakat. Namun berbeda dengan
channel Televisi Edukasi. Stasiun televisi ini khusus ditujukan untuk
menyebarkan informasi di bidang pendidikan dan berfungsi sebagai media
pembelajaran masyarakat. Tentunya dengan adanya siaran Televisi Edukasi ini
diharapkan dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat Indonesia,
khususnya dalam meningkatkan kualitas dunia pendidikan.



























