Sahabat
Rumah Belajar tentu sudah pernah mengakses Portal Rumah Belajar di http://belajar.kemdikbud.go.id/ kemudian scrool ke
bawah dan berada di bagian Fitur Pendukung, di pojok kanan bawah Pena merupakan
blog dari Rumah Belajar dengan alamat di http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/
Label
Jumat, 01 Januari 2021
Ayo Menulis di Pena
Rabu, 30 Desember 2020
Tulisan Ke-21 di Pena Mengisi Liburan Dengan Edugame
Kata game jika diartikan dalam bahasa Indonesia,
merupakan permainan. Permainan yang bermanfaat sebagai media pembelajaran,
yaitu melibatkan peserta didik dalam proses pengalaman dan sekaligus menghayati
tantangan, mendapatkan inspirasi, terdorong untuk berpikir kreatif, dan
berintegrasi dalam kegiatan dengan sesama siswa dalam melakukan permainan.
Walaupun pada setiap peserta didik melakukan kegiatan yang sama dengan
teman-temannya, tetapi proses pengalaman batinnya dalam mengembangkan
potensinya sendiri mungkin berbeda-beda.
Tulisan selengkapnya bisa dibaca di http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/2020/12/mengisi-liburan-dengan-edugame/
Kamis, 24 Desember 2020
Silaturahmi Sahabat Rumah Belajar
Silaturahmi
merupakan salah satu amalan umat muslim untuk menyambung tali persaudaraan.
Silaturahmi dapat kita lakukan kapan saja, namun amalan ini menjadi salah satu
agenda utama saat Bapak Budi Santosa dan Ibu Imawati berkunjung ke Surabaya.
Umumnya
saat liburan tiba, kita selalu berbondong-bondong untuk mudik atau pulang ke
kampung halaman. Seolah mudik telah menjadi tradisi tahunan. Hal ini dilakukan
semata-mata untuk menyambung silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara.
Terima kasih atas kunjungan SRB Maluku ke kediaman kami di Sidoarjo, semoga
selalu terkenang dan bermanfaat.
Silaturahmi
secara syariat juga merupakan amalan utama karena mampu menyambungkan apa-apa
yang putus. Oleh karena itu, silaturahmi memiliki keutamaan atau manfaat yang
luar biasa. Di antaranya, Bapak Budi juga berminat pada Buku Perdana saya,
Berkelana Bersama Rumah Belajar.
Selasa, 22 Desember 2020
Rumah Belajar Bermanfaat Banget di Era Pandemi dan Era Normal Baru
Pandemi
Covid-19 memaksa sekolah untuk melakukan pembelajaran daring.Pandemi Covid-19
memaksa kebijakan social distancing, atau di Indonesia lebih dikenalkan
sebagai physical distancing (menjaga jarak fisik) untuk meminimalisir
persebaran Covid-19. Jadi, kebijakan ini diupayakan untuk memperlambat laju
persebaran virus Corona di tengah masyarakat. Pembelajaran di era dan pasca
pandemi dapat memanfaatkan Rumah Belajar. Rumah Belajar dikembangkan oleh Pusat
Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
telah mengembangkan sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi
yang terdapat dalam sebuah portal pembelajaran resmi Kemdikbud dengan alamat akses
url http://belajar.kemdikbud.go.id.
Rumah
Belajar merupakan portal pembelajaran berbasis web berisi layanan pembelajaran
berupa: 1) Fitur Utama, yaitu Sumber Belajar, Kelas Digital, Laboratorium Maya,
Bank Soal; 2) Fitur lainnya, yaitu Buku Sekolah Elektronik, Modul Digital, Peta
Budaya, Wahana Jelajah Angkasa dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan; 3)
Fitur Pendukung yaitu Karya Komunitas, Karya Guru, Karya Bahasa dan Sastra; 4)
Sumber Alternatif sebagai Partner, yaitu Video on Demand, Mobile Edukasi, Suara
Edukasi, dan Radio Edukasi.
Sebagai
fitur utama, Sumber Belajar merupakan bahan belajar bagi siswa berdasarkan
kurikulum yang berlaku. Materi belajarnya disajikan secara terstruktur dengan
tampilan menarik dalam bentuk gambar, video, animasi simulasi, evaluasi, dan
permainan. Sumber Belajar hadir sebagai bentuk akselerasi gaya belajar peserta
didik saat ini yang sudah melek dengan TIK. Peserta didik dapat dengan mudah
menggunakan internet untuk belajar sendiri secara cepat, sehingga akan
meningkatkan dan memeperluas pengetahuan, belajar berinteraksi, dan
mengembangkan kemampuannya sendiri.
Rumah
Belajar memiliki Learning Management System yang disebut Kelas Digital atau
Kelas Maya. Strategi pembelajaran di Kelas Maya yaitu strategi pembelajaran
lebih bersifat konstruktivistik yang menuntut pembelajaran aktif dan berpusat
pada peserta didik untuk mendorong keterampilan peserta didik. Pembelajaran
kelas maya ini menggunakan Rumah Belajar, salah satu layanan pembelajaran
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk merancang,
menyampaikan, dan mengatur pembelajaran formal dan informal serta berbagi
pengetahuan sehingga model pembelajaran kelas maya ini dirancang sebagai
pelengkap kegiatan pembelajaran di kelas dengan lebih banyak pada aktivitas
asinkronus berdasarkan fasilitas TIK yang tersedia di sekolah. Implementasi
pemanfaatan TIK dalam pembelajaran melibatkan pihak sekolah dalam hal ini
kepala sekolah, pendidik, peserta didik, admin (operator) dan orang tua peserta
didik.
Fitur
bank soal memfasilitasi guru untuk membuat soal secara digital yang mudah
diakses siswa. Membuat soal baru pada fitur Bank Soal, perlu ditentukan lebih
dulu jenjang, kelas, mata pelajaran, topik, memilih tingkat kesukaran soal.
Jawaban dituliskan pada kolom jawaban tanpa ditulis opsi pilihan jawaban dan
diberi tanda untuk jawaban yang benar, serta dituliskan pembahasan soal. Untuk
membuat evaluasi baru diisi lebih dulu detail evaluasi, termasuk di dalamnya menentukan
jenis evaluasi yang akan dibuat. Kemudian mengisi evaluasi dengan beberapa soal
yang diperoleh dari soal saya, bank soal, atau soal acak. Evaluasi yang
dibuat oleh guru dapat digunakan oleh siswa tertentu dan siswa dari sekolah
manapun. Ada tiga jenis evaluasi yang tersedia (latihan, ulangan, ujian) dan
dapat dimanfaatkan oleh siswa. Latihan merupakan kumpulan soal-soal berdasarkan
satu topik yang bersifat sebagai latihan beserta pembahasannya. Ulangan
merupakan kumpulan soalsoal berdasarkan satu topik tertentu. Ujian merupakan
kumpulan soal-soal dari beberapa topik yang berbeda.
Rumah
Belajar memiliki pula fitur lainnya, yaitu Buku Sekolah Elektronik, Modul
Digital, Peta Budaya, Wahana Jelajah Angkasa dan Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan. Selain itu Rumah Belajar memiliki Fitur Pendukung yaitu
Karya Komunitas, Karya Guru, Karya Bahasa dan Sastra; serta Sumber
Alternatif sebagai Partner, yaitu Video on Demand, Mobile Edukasi, Suara
Edukasi, dan Radio Edukasi. Dengan jargon Belajar di mana saja, kapan saja,
dengan sioapa saja, Rumah Belajar ini dapat diakses GRATIS baik di Play Store,
App Store maupun di https://belajar.kemdikbud.go.id/. Bagi pengguna Rumah
Belajar dapat berkontribusi untuk mengisi konten Rumah Belajart dan bagi
yang memiliki keinginan untuk menulis berita, artikel atau opini Rumah Belajar
menyediakan Pena yang bisa diakses di Pena yang dapat diakses di http://pena.belajar.kemdikbud.go.id/
IBU ADALAH GURU
Koran
Radar Surabaya
22
Desember 2020
Masa
pandemi Covid-19 telah membuat para Ibu mahir berteknologi. Kemampuan ibu
sebagai pendidik pertama di rumah menjadi lebih baik. Ibu tentu saja berharap
agar putra-putrinya sukses. Ibu tentu saja memegang peran penting dalam
pendidikan anak selama masa pandemi dan juga memasuki era normal baru. Tugas
ini semakin berat dengan adanya Program Belajar di Rumah yang untuk melakukan
pendampingan belajar anak di rumah diserahkan kepada ibu. Ibu, bukan hanya sebagai
ibu bagi putra-putrinya, namun, ibu juga harus bekerja, baik itu sebagai ibu
rumah tangga maupun wanita karier. Ibu bekerja 24 jam, tanpa mengenal lelah.
Ibu pun berperan sebagai ibu Warga Negara Indonesia yang memiliki tugas sebagai
Ibu Bangsa. Ibu di masa covid tetap harus melakukan adaptasi, mulai dari
bekerja, belajar hingga berkarya dari rumah. Ibu harus tetap berkarya dalam
masa pendemi ini. Setiap ibu berjuang gigih untuk menyelamatkan dan menjaga
ketahanan kekluarga, sehingga dapat melewati masa krisis. Ibu dituntut
menyesuaikan dengan menggunakan alat komunikasi teknologi digital. Mau tidak
mau, bisa tidak bisa memaksa perempuan untuk belajar, Ibu pun wajib melek
teknologi juga perlu diiringi dengan kemampuan menggunakan teknologi dengan
baik dan benar dan bersikap kristis terhadap konten-konten yang kurang sesuai.
Para ibu kini mengenal Rumah Belajar sebagai salah satu sumber belajar di rumah
dengan alamat di https://belajar.kemdikbud.go.id serta
dapat pula diunduh di Play Store dan App Store.
Pada
masa pandemi Covid-19 ini, anak-anak tentunya tidak dapat tatap muka secara
langsung dengan guru di sekolah. Sebagai ibu, tentunya kita menjadi pengganti
guru di rumah. Ibu pun juga belajar apa itu Rumah Belajar. Rumah Belajar adalah
portal pembelajaran yang menyediakan bahan belajar serta fasilitas komunikasi
yang mendukung interaksi antar komunitas. Rumah Belajar hadir sebagai bentuk
inovasi pembelajaran di era industri 4.0 yang dapat dimanfaatkan oleh siswa dan
guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah
Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK) sederajat. Dengan
menggunakan Rumah Belajar, kita dapat belajar di mana saja, kapan saja dengan
siapa saja. Seluruh konten yang ada di Rumah Belajar dapat diakses dan
dimanfaatkan secara gratis. Ibu masa kini harus melek teknologi juga. Sehingga
bisa membimbing anak-anak dalam belajar. Ibu pun harus mencari informasi tentang
pendidikan dan masa depan putra-putrinya.
Peran
seorang ibu dinilai sangat penting di masa pandemi Covid-19 yang saat ini
sedang terjadi. Ibu tentu bisa memanfaatkan masa pandemi ini untuk meningkatkan
kedekatan emosional dengan anak sekaligus memberikan teladan melalui bagaimana
menggunakan internet secara sehat. Ibu pun terus memotivasi putra-putrinya
demi masa depan mereka. Karena jika seseorang menginginkan kesuksesan di dalam
pekerjaannya, makai ia harus bekerja dengan baik. Masa pandemi memaksa seseorang
berfikir tentang pekerjaan baru yang belum ada sebelumnya. Anak-anak perlu
dimotivasi ibu. Jika anak ingin selalu sukses di dalam prestasinya, maka dia
harus belajar dengan baik. Pada dasarnya, setiap kesuksesan tentu di mulai dari
upaya menuju kesuksesan kita sehari-hari. Bukan hanya hal itu saja, kegiatan
sehari-hari tersebut juga perlu di lakukan sesegera mungkin dan sedini mungkin
sebab kesuksesan juga di mulai dari hal yang sangat kecil terlebih dahulu dan
terdekat dengan kehidupan kita sehari-hari.
Ibu
harus mampu menyiapkan serta mengatur waktu sebaik-baiknya, kapan harus
mendampingi putra-putrinya belajar. Ibu selalu bekerja dari yang paling
prioritas. Bukan hanya sekedar menjadwalkan saja kegiatan sehari-hari.
Prioritas tersebut juga harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ibu bisa
menentukan waktu kapan suatu kegiatan akan dilaksanakan dengan memperhatikan
apa, siapa, bagaimana, dengan apa, mengapa dan kapan kegiatan tersebut akan
kita kerjakan.
Di
masa pendemi, ibu juga senantiasa memikirkan tujuan apa yang akan diraih dengan
mendampingi putra-putrinya belajar di rumah, salah satunya dengan memanfaatkan
Rumah Belajar. Hal ini dibuktikan bahwa ibu selalu memikirkan tujuan
akhir ataupun keinginan yang akan di dapatkan setelah mengerjakan sesuatu agar
dapat membantu mereka dalam meraih tujuan tersebut. Di masa pandemi ibu juga
harus terus melatih putra-putrinya agar apapun yang dilakukan lancer tanpa
kendala yang berarti. Setiap orang yang ingin sukses akan selalu mempersiapkan
diri sebaik-baiknya demi segala sesuatunya yang akan terjadi kelak di kemudian
hari. Kita tidak akan memulai sesuatu tanpa kita selalu memikirkan ataupun
merencanakan apapun yang akan kita lakukan terlebih dahulu. Oleh karena itu
kita manfaatkan setiap waktu kita sebaik-baiknya dengan selalu mempersiapkan
segala sesuatunya untuk esok hari supaya pada keesokan hari bisa benar-benar
memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Kita dapat mengisi setiap hari kita
dengan menyusun agenda yang akan kita lakukan di keesokan harinya. Ibu tetap
hebat di masa pandemi. Belajar di rumah dengan Rumah Belajar.









